NETSEMBILAN.COM | CIANJUR - Masyarakat Desa Kelapanunggal, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjurv merasa aneh dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang seolah - oleh membiarkan material longsoran di Jalan Cigugur, tanpa adanya upaya pembersihan apapun. Pihak Desa Kelapanunggal bersama masyarakat terpaksa turun tangan sendiri membersihkan material longsoran dengan cara manual dan menggunakan dua pompa air.
"Jalan Cigugur ini sudah diambil alih statusnya menjadi jalan kabupaten sejak 2023 lalu. Tapi giliran terjadi longsor tidak ada yang datang," ujar Kepala Desa (Kades) Kelapanunggal, Asep Badruzaman kepada netsembilan.com. (26/02/2024).
Asep menjelaskan, Jalan Cigugur merupakan satu - satunya akses menuju Kecamatan Cikadu yang biasa digunakan masyarakat dari lima desa, diantaranya Desa Kelapanunggal, Mekarjaya, Mekarwangi, Sukamulya dan Sukamanah. Dengan ketidakhadiran pihak Pemkab Cianjur dalam menangani pembersihan material longsoran ini otomatis semua aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat di lima desa tersebut terhenti.
"Kami, pihak desa dibantu Babinsa dan 24 orang warga terpaksa mengupayakan pembersihan material longsoran dengan cara manual. ," jelas Kades Asep.
Kalau kondisinya tetap seperti ini, lanjut Asep, bisa dipastikan waktu pengerjaan pembersihan material longsoran dengan cara manual, membutuhkan waktu minimal tiga hari. Bahkan bisa lebih, tergantung pada cuaca juga.
"Tadi saja, dari arah atas saat kami gotong royong, terjadi longsor lagi walaupun berskala kecil. Faktor keselamatan masyarakat juga harus saya perhitungkan jangan sampai ada korban jiwa," sambungnya.
Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, sampai berita ini diterbitkan belum bisa dimintai keterangannya. Namun informasi lain ngenerangkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bidang Persevasi Jalan sudah bergerak ke lokasi, dan BPBD pun bergerak guna melakukan assesmen. (Ruslan Ependi)